Volatilitas IHSG diproyeksi masih tinggi pekan depan, begini penjelasan analis

Img AA1VtUj2

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali jatuh ke bawah level 8.000. Jumat (6/2/2026), IHSG ditutup terkoreksi 2,08% ke posisi 7.935,26.

Dalam sepekan, IHSG anjlok hingga 4,73%, disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing di seluruh pasar yang mencapai Rp 3,62 triliun.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan secara analisis teknikal, pergerakan IHSG pada pekan depan masih akan diwarnai volatilitas tinggi.

Hal ini tercermin dari indikator Average True Range (ATR) yang berada di atas 230, menunjukkan rentang pergerakan harian IHSG yang melebar dengan area support di 7.680 dan resistance di 8.200.

Sementara itu, indikator MACD masih mengindikasikan tren pelemahan yang berlanjut, sejalan dengan RSI yang kembali masuk ke zona oversold.

Audi menerangkan berdasarkan data per 28 Januari 2026 atau saat IHSG sempat anjlok hingga memicu trading halt, tercatat terjadi arus keluar modal asing (capital outflow) di seluruh pasar sebesar Rp 13,29 triliun.

IHSG Rawan Terkoreksi, Gelombang Jual Asing Masih Menghantui Pelaku Pasar

Kondisi ini menunjukkan investor asing cenderung melakukan penyesuaian posisi di tengah sejumlah sentimen negatif.

“Kami melihat asing cenderung menyesuaikan kondisi di tengah sentimen, antara lain MSCI freeze interm, penurunan rating oleh UBS, Nomura, Goldman Sachs, dan kekhawatiran Moody’s yang menurunkan outlook dikarenakan sentimen kejelasan dan konsistensi kebijakan ekonomi, isu tata kelola dan transparansi, dan kekhawatiran defisit fiskal yang melebar,” kata Audi kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).

Audi menilai, di tengah kondisi pasar yang masih belum stabil, investor sebaiknya lebih mengutamakan perlindungan modal. Ini mengingat level dasar (bottom) pergerakan pasar belum terkonfirmasi, sementara indikator ATR masih menunjukkan volatilitas yang tinggi.

Oleh karena itu, di tengah reformasi yang dilakukan pemerintah dan regulator khususnya terkait transparansi, investor dapat memfokuskan investasi pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

Dihubungi terpisah, Praktisi pasar modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee mengungkapkan perhatian pelaku pasar pada pekan depan akan tertuju pada langkah Moody’s Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif akibat kebijakan pemerintah. 

Cek Rekomendasi Saham Sektor Poultry untuk Senin (9/2)

Namun, Hans menyampaikan bahwa Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai perubahan outlook tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan menegaskan tetap berkomitmen melanjutkan transformasi ekonomi sekaligus mengelola berbagai potensi risiko secara hati-hati dan terukur.

“Kedua lembaga ini sama-sama menekankan komitmen menjaga stabilitas harga, nilai tukar rupiah, dan sistem keuangan,” ucap Hans kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).

Dengan adanya sentimen itu, Hans berpendapat IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 7.800 sampai level 7.481 dan resistance di level 8.214 sampai level 8.408.

You might also like