
MNCDUIT.COM , JAKARTA – Sejumlah analis menilai pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi sentimen positif terhadap kinerja saham emiten perbankan.
Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani merekomendasikan saham perbankan top 4, terutama bank BUMN mengingat valuasi bank pelat merah ini masih sangat menarik.
“Yang direkomendasikan emiten perbankan top 4 terutama yang BUMN, yang mempunyai valuasi yang masih sangat menarik,” kata Arjun kepada Bisnis, Jumat (29/8/2025).
: Kredit Berkelanjutan BRI Rp807,8 Triliun, Terbesar ke Sektor UMKM
Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menyampaikan pemangkasan BI Rate akan mendongkrak pertumbuhan kredit, menjaga net interest margin (NIM), sekaligus menekan risiko kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL). Kondisi ini memberi ruang bagi investor untuk tetap mengakumulasi saham-saham bank pilihan.
“Di sini investor dituntut untuk menerapkan risk management secara efektif dan juga dituntut untuk terus mengakumulasi, beli saham-saham pilihan yang memiliki prospek yang positif ke depannya. Ya termasuk banking sector,” jelas Nafan kepada Bisnis, Jumat (29/8/2025).
Dia menuturkan, BI telah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter untuk semester II/2025 dan tahun depan. Khusus tahun ini saja, Nafan menyebut bahwa otoritas moneter telah memangkas suku bunga total 100 bps. Melihat kondisi ini, Nafan memperkirakan, bank sentral masih berpeluang memangkas bunga 1-2 kali lagi.
Nafan menambahkan dengan potensi pertumbuhan kredit yang berkualitas, bank juga berpeluang menjaga rasio NPL tetap rendah. Hal ini membuat saham-saham perbankan semakin menarik, terutama di tengah tren pemulihan sektor keuangan (IDX Financial) yang dinilai berpotensi menjadi leading sector ke depan.
“Kalau untuk saham, saya sih jujur lebih prefer IDX financial karena memang berada dalam kondisi improving sector. Jadi, dari profil bisa menjadi leading sector untuk ke depannya,” ujarnya.
Bank Mandiri (Persero) Tbk. – TradingView
Dia pun merekomendasikan investor untuk melakukan pembelian secara bertahap (accumulative buy) terhadap saham-saham perbankan seperti BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BNGA, dan BTPS.
Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menilai penurunan suku bunga acuan atau BI rate akan memberikan sentimen positif terhadap kinerja saham perbankan.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan harga saham perbankan berkorelasi dengan trajektori suku bunga acuan. Artinya, penurunan suku bunga berdampak positif terhadap saham perbankan.
“Misalnya The Fed memangkas suku bunga acuan, kemudian diikuti lagi dengan Bank Indonesia memangkas 25 basis lagi, memang implikasinya juga kemudian akan berdampak kepada kenaikan harga saham perbankan,” jelas Andry dalam agenda Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, Kamis (28/8/2025).
: Saham Bank (BBCA, BBRI Cs) Ikut Anjlok saat IHSG Tertekan Aksi Demonstrasi
BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Agustus 2025 memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00%.
Bank sentral juga memangkas suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1%, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan kapasitas perekonomian.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry, Rabu (20/8/2025).
Adapun pasca pengumuman penurunan suku bunga acuan, saham-saham bank besar terpantau menghijau pada perdagangan Rabu (20/8/2025).
Dalam catatan Bisnis, saham Bank Central Asia (BBCA) menguat 0,29% ke level 8.525 per saham pada perdagangan Rabu (20/8/2025) pukul 15.43 WIB.
Kemudian, pada saat yang sama, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menguat 2,48% ke level 4.140 per saham. Begitu juga dengan Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Mandiri (BMRI) menguat masing-masing 2,54% ke level 4.440 per saham dan 2,71% ke level 4.930 per saham.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.