
MNCDUIT.COM , JAKARTA— Di tengah tingginya volatilitas pasar saham, investor perlu menerapkan strategi transaksi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan, yaitu swing trade.
Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi menyampaikan bahwa pemahaman strategi transaksi yang tepat menjadi fondasi penting bagi investor pemula dalam menghadapi dinamika pasar modal.
“Setiap investor perlu memahami bahwa pergerakan pasar bersifat dinamis. Strategi seperti swing trading dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung dengan perencanaan yang matang, disiplin, serta manajemen risiko yang terukur,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, dikutip Senin (16/2/2026).
Di pasar saham Indonesia, swing trading merupakan salah satu strategi transaksi yang cukup dikenal dan banyak digunakan oleh investor. Strategi ini umumnya diterapkan pada saham-saham dengan likuiditas tinggi dan pergerakan harga yang aktif.
Karakteristik tersebut memudahkan investor dalam melakukan analisis teknikal serta memantau pergerakan harga secara berkala.
Strategi ini memanfaatkan pergerakan harga saham dalam jangka pendek hingga menengah, yang umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Swing trading dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin lebih aktif bertransaksi, namun tetap mengedepankan perencanaan, analisis, serta pengelolaan risiko yang terukur.
Konsep Swing Trading
Swing trading merupakan strategi perdagangan saham yang bertujuan memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka pendek hingga menengah, biasanya dalam rentang waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
Investor memanfaatkan momentum pergerakan harga (price swing) dari satu level ke level lainnya dengan mengandalkan analisis teknikal untuk mengidentifikasi tren serta momentum pasar.
Prinsip Dasar Swing Trading
Dalam praktiknya, swing trading dijalankan dengan prinsip yang relatif sederhana, yaitu:
Keputusan transaksi baiknya didukung oleh analisis teknikal agar investor dapat mengambil keputusan secara objektif, tanpa terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi pasar jangka pendek.
Beberapa indikator teknikal yang umum digunakan dalam strategi swing trading, antara lain:
Bagi investor pemula, penggunaan indikator sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pemahaman. Sebagai gambaran, sebuah saham berlikuiditas tinggi sedang berada dalam tren naik dan mengalami koreksi sementara:
Melalui perencanaan tersebut, investor telah menetapkan potensi keuntungan dan risiko sejak awal. Pendekatan ini membantu investor menjaga disiplin serta menghindari keputusan emosional saat harga bergerak tidak sesuai ekspektasi.
Dalam setiap aktivitas transaksi saham, manajemen risiko merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan. Penetapan stop loss, pengaturan porsi dana, serta konsistensi terhadap rencana transaksi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan investasi.