Lelang SUN 7 Oktober 2025: Pemerintah Incar Rp 23 Triliun!

Img BB1dWnP1

MNCDUIT.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan akan menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah yang dinanti-nantikan. Lelang ini dijadwalkan pada hari Selasa, 7 Oktober 2025, sebagai bagian strategis untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Direktorat Surat Utang Negara di bawah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah menetapkan target indikatif untuk lelang ini sebesar Rp 23 triliun. Namun, potensi penyerapan dana bisa mencapai angka maksimal 150% dari target indikatif, atau setara dengan Rp 34,5 triliun, menunjukkan fleksibilitas pemerintah dalam mengelola pembiayaan.

Proses lelang akan dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup tepat pukul 11.00 WIB, memberikan jendela waktu yang terbatas bagi para investor untuk mengajukan penawaran. Selanjutnya, proses setelmen transaksi dijadwalkan akan dilakukan pada Kamis, 9 Oktober 2025, memastikan kelancaran administrasi bagi pihak-pihak yang terlibat.

Dalam lelang kali ini, pemerintah menawarkan beragam seri instrumen, baik Surat Perbendaharaan Negara (SPN) maupun Obligasi Negara (ON). Untuk seri SPN, terdapat dua pilihan yang ditawarkan: SPN12260108 yang bersifat reopening dengan jatuh tempo pada 8 Januari 2026, dan SPN12261008 sebagai new issuance yang akan jatuh tempo pada 8 Oktober 2026. Keduanya disajikan tanpa kupon atau berdasarkan diskonto.

Sementara itu, seluruh seri ON yang ditawarkan bersifat reopening, memberikan kesempatan bagi investor untuk memperdagangkan kembali obligasi yang sudah ada di pasar. Seri-seri tersebut meliputi FR0109 dengan kupon 5,87% dan jatuh tempo 15 Maret 2031, FR0108 berkupon 6,50% dengan jatuh tempo 15 April 2036, serta FR0106 yang menawarkan kupon 7,12% dan akan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.

Penawaran seri Obligasi Negara lainnya juga mencakup FR0107 dengan kupon 7,12% dan jatuh tempo 15 Agustus 2045, FR0102 berkupon 6,87% dengan jatuh tempo 15 Juli 2054, dan FR0105 yang juga menawarkan kupon 6,87% dengan jatuh tempo 15 Juli 2064. Pilihan seri ini memberikan opsi yang bervariasi bagi investor dengan profil risiko dan preferensi jatuh tempo yang berbeda.

Sistem pelelangan akan diselenggarakan oleh Bank Indonesia menggunakan metode harga beragam atau multiple price. Dalam mekanisme ini, investor yang mengajukan penawaran kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang mereka ajukan. Berbeda dengan itu, investor yang mengajukan penawaran non-kompetitif akan membayar berdasarkan yield rata-rata tertimbang dari hasil lelang kompetitif, memastikan keadilan dalam proses penetapan harga.

Pemerintah juga mengatur alokasi pembelian non-kompetitif; untuk seri SPN, alokasi maksimal ditetapkan sebesar 99% dari penawaran yang dimenangkan, sementara untuk seri ON, alokasi maksimalnya adalah 30%. Penting untuk dicatat bahwa pemerintah tetap memegang hak penuh untuk menjual SUN dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang telah diumumkan, tergantung pada kondisi pasar dan kebutuhan pembiayaan.

Setiap unit Surat Utang Negara yang dilelang memiliki nominal per unit sebesar Rp 1 juta, menjadikannya terjangkau bagi beragam kalangan. Direktorat Surat Utang Negara, DJPPR Kementerian Keuangan, dalam pengumumannya pada Rabu (1/10/2025), menegaskan bahwa semua pihak, baik investor individu maupun institusi, pada prinsipnya dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang ini. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan melalui Peserta Lelang yang telah diatur sesuai dengan PMK No. 168/PMK.08/2019, menjamin transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pasar obligasi.

Ringkasan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan akan menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah pada Selasa, 7 Oktober 2025. Lelang ini bertujuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp 23 triliun, dengan potensi penyerapan dana maksimal hingga Rp 34,5 triliun.

Proses lelang akan dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB, menawarkan beragam seri instrumen, baik Surat Perbendaharaan Negara (SPN) maupun Obligasi Negara (ON) dengan karakteristik jatuh tempo dan kupon yang bervariasi. Pelelangan akan diselenggarakan oleh Bank Indonesia menggunakan metode harga beragam (multiple price), dengan setelmen transaksi dijadwalkan pada Kamis, 9 Oktober 2025. Investor dapat menyampaikan penawaran melalui Peserta Lelang yang telah diatur.

You might also like