Korea Investment Sekuritas Indonesia bakal boyong 8 emiten IPO, ini sektornya

Img AA1Vymso

PT Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI) mengungkapkan hingga saat ini sudah terdapat delapan calon emiten yang tercatat di pipeline pencatatan saham perdana publik atau initial public offering (IPO) perusahaan.

Perusahaan-perusahaan tersebut ditargetkan akan melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini.  Presiden Direktur KISI Kyoung Hun Nam mengatakan, calon emiten-emiten tersebut berasal dari sektor perbankan, infrastruktur, pariwisata dan pertambangan.

“Kami telah memanfaatkan hampir sekitar 50% dari pipeline tersebut yang sudah kami terbitkan pada Januari dan Februari. Prosesnya memang memakan waktu, secara umum sekitar enam hingga tujuh bulan,” kata Kyoung ketika ditemui dalam acara seremonial KISI Challenge, di Jakarta, Jumat (27/2).

Ia mengatakan, calon emiten dengan nilai aset terbesar dalam pipeline tersebut assetnya sebesar Rp 2 – 3 triliun,masuk dalam kategori lighthouse company. Lighthouse company merupakan perusahaan mercusuar yang umumnya memiliki dua karakteristik, yaitu minimum kapitalisasi pasar sebesar Rp 3 triliun dan porsi saham publik atau free float minimal 15%. 

Baca juga:

  • Mandiri Sekuritas Sebut Antrean IPO Tahun Ini Ramai, Tak Terdampak MSCI

Sebelumnya, BEI mencatat terdapat delapan perusahaan yang tengah mengantre untuk mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) hingga saat ini.  

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, lima entitas diantaranya memiliki aset di atas Rp 250 miliar atau masuk dalam klasifikasi skala besar. 

 

Jumlah tersebut bertambah satu perusahaan dibandingkan pipeline yang diumumkan pada 19 Januari lalu yang mencatatkan tujuh calon emiten. Jika mengacu pada sektor usaha, calon emiten tersebut memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari sektor material dasar, energi hingga keuangan

Berikut daftar lengkap calon perusahaan yang mengantre IPO berdasarkan sektornya: 

  • 2 Perusahaan dari sektor material dasar  
  • 0 Perusahaan dari sektor konsumsi siklikal  
  • 1 Perusahaan dari sektor konsumsi bukan siklikal  
  • 1 Perusahaan dari sektor energi 
  • 2 Perusahaan dari sektor keuangan  
  • 0 perusahaan dari sektor kesehatan  
  • 1 perusahaan dari sektor industri  
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur  
  • 0 Perusahaan dari sektor properties dan real estate  
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi  
  • 1 perusahaan dari sektor transportation dan logistik 

Klasifikasi aset perusahaan yang akan menggelar IPO diatur dalam POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Nyoman menjelaskan, tiga perusahaan lainnya yang akan IPO masuk dalam klasifikasi perusahaan skala menengah atau beraset Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar.

“Sampai dengan 20 Februari 2026 telah tercatat 0 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 0.00 triliun. Hingga saat ini, terdapat 8 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Nyoman dalam laporan pipeline IPO BEI dikutip Senin (23/2).  

You might also like