Indeks High Dividend 20 melesat, siap curi start akumulasi saham royal dividen?

Img AA1X8k0G

MNCDUIT.COM , JAKARTA — Indeks High Dividend 20 bergerak menguat sejak awal tahun dan telah menguat 4,93%. Saham-saham dalam indeks ini disebut menarik untuk diakumulasi saat ini.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan saham-saham yang berada pada indeks ini memiliki volatilitas yang cukup rendah dan stabil.

“Selain itu, kalau diperhatikan, saham-saham tersebut memang memiliki fundamental yang baik serta potensi valuasi di masa yang akan datang,” ucap Nico, Kamis (26/2/2026).

: Berebut Kursi di Saham Royal Dividen Jelang Musim RUPS

Dia melanjutkan saat ini saham-saham di indeks royal dividen yang sebaiknya diakumulasi adalah saham-saham yang memiliki fundamental dan valuasi yang baik.

Selain itu, kata dia, investor dapat memilih saham-saham yang memang sejalan dengan bisnis dari pemerintah, sehingga memberikan prospek dan sentimen yang lebih baik terhadap kinerja keuangan perusahaan tersebut.

: : Di Bawah Danantara, Saham BUMN Dinilai Menarik lewat Valuasi dan Yield Dividen

Adapun sejauh ini, Pilarmas Investindo Sekuritas menyukai saham-saham seperti ANTM, ASII, BBCA, INDF, dan JPFA di indeks ini. Menurut Nico, saham-saham ini memiliki kinerja yang cukup baik di tahun ini, di tengah berbagai program populis yang hadir tahun ini.

Dengan sentimen dividen tersebut, Nico menjelaskan saat ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mencoba untuk melakukan penguatan di tengah tingginya volatilitas pasar yang terjadi saat ini.

: : Batavia Prosperindo (BPII) Terima Dividen dari Anak Usaha Rp28,72 Miliar

“Terutama ketika Trump mengenakan tarif kepada Indonesia yang membuat tekanan meningkat,” tutur Nico.

Adapun Nico memperkirakan IHSG berpotensi untuk mengalami kenaikan apabila tidak mengalami penurunan melewati 8.170. Dia juga memperkirakan IHSG akan bermain di rentang 8.170–8.480 saat ini. 

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

You might also like