
MNCDUIT.COM , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bakal melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini, Kamis (5/2/2026). Sejumlah saham seperti BKSL, MBMA, hingga MEDC masuk sebagai rekomendasi analis pada perdagangan hari ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai, IHSG pada perdagangan hari ini akan berupaya menguji level resistance di posisi 8.297–8.408, dengan pasar tengah mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG telah menguat 0,30% ke level 8.146. Walaupun masih dibayangi net foreign sell senilai Rp1,42 triliun, IHSG pada perdagangan kemarin dinilai lebih banyak didorong oleh penguatan saham perbankan dan rebound saham-saham berbasis komoditas emas.
: IHSG Hari Ini (5/2) Berpeluang Uji Level 8.231, Sentimen Pemangkasan Batubara Jadi Tantangan
“Ke depan, IHSG diproyeksikan menguat terbatas pasca rebound awal pekan dengan target resistance di kisaran 8.297–8.408. Pelaku pasar juga mencermati rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia FY2025 oleh BPS, yang secara konsensus diperkirakan melambat ke sekitar 5,0% YoY dari 5,3% YoY pada FY2024,” katanya dalam riset hariannya, Kamis (5/2/2026).
Saham PT Sentul City Tbk. (BKSL) masuk sebagai rekomendasi BRI Danareksa pada perdagangan hari ini, dengan target harga Rp157 dan Rp179 per saham. Hal itu didukung pula oleh kinerja BKSL yang masih mampu bertahan di atas level support pada perdagangan kemarin di Rp120–Rp132 per saham.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 5 Februari 2026
Analis merekomendasikan buy saham BKSL pada level Rp135–Rp145, dengan stop loss kurang dari Rp120 per saham.
Selain itu, analis juga merekomendasikan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) dengan target harga Rp720 dan Rp765. Pasalnya, pada perdagangan terakhir, MBMA telah mampu rebound dari level support Rp525–Rp600, sehingga potensi penguatan terbuka ke level target harga.
: : IHSG Hari Ini (4/2) Dibuka Menguat, Saham Prajogo (BRPT – CDIA) Hingga Bakrie (BRMS) Kembali Melaju
“Sentimen tambahannya adalah MBMA mampu meraup pendapatan tidak diaudit sebesar US$1,4 miliar sepanjang 2025, di tengah pelemahan harga nikel,” katanya.
Sementara terhadap saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), BRI Danareksa merekomendasikan buy dengan target harga Rp1.530 dan Rp1.615. Menurut analis, setelah MEDC mampu bertahan di atas level support Rp1.355–Rp1.425, rebound harga saham ini berpeluang terjadi.
Dengan begitu, analis merekomendasikan buy pada area Rp1.440–Rp1.490, dengan stop loss pada area kurang dari Rp1.350 per saham.
Terhadap saham PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN), analis merekomendasikan sell lantaran pergerakan harga saham MNCN telah breakdown dari dua support pentingnya. Level support selanjutnya berada pada area Rp230 per saham.
“Potensi pola dead cat bounce terjadi dengan level support selanjutnya pada Rp230–Rp214,” tambahnya.
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.