KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (26/2/2026). IHSG turun 1,04% ke level 8.235,26 setelah sempat menguat hingga level 8.358 pada awal sesi perdagangan.
Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan IHSG dipicu tekanan pada sejumlah sektor siklikal, energi, dan infrastruktur. Tekanan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap sentimen global.
“IHSG terkoreksi sekitar 1% yang terutama dibebani sektor siklikal, energi, dan infrastruktur. Investor cenderung melakukan profit taking seiring meningkatnya ketidakpastian global,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (26/2/2026).
Dari sisi sentimen, Herditya melihat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah turut mendorong sikap hati-hati pelaku pasar. Kondisi ini juga tercermin dari penguatan harga emas sebagai aset safe haven.
“Selain faktor geopolitik, pasar juga merespons sentimen kebijakan tarif Amerika Serikat pasca keputusan Mahkamah Agung AS. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi perlambatan perdagangan global,” tambahnya.
Meski demikian, untuk perdagangan Jumat (27/2/2026), Herditya memperkirakan IHSG berpeluang mengalami penguatan terbatas dengan area support di 8.170 dan resistance di 8.299.
“Pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen global yang relatif sama, sehingga penguatan yang terjadi berpotensi terbatas dan tetap diwarnai volatilitas,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mencatat pelemahan IHSG juga dipicu sentimen eksternal, khususnya kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap produk sel dan panel surya dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Amerika Serikat menetapkan tarif sebesar 104,38% untuk impor panel surya dari Indonesia, di samping tarif individu terhadap beberapa perusahaan. Selain itu, rencana penyelidikan Pasal 301 oleh USTR terhadap praktik perdagangan Indonesia turut menambah tekanan terhadap sentimen pasar.
IHSG Turun 0,81% ke 8.255 Sesi I, Top Losers LQ45: NCKL, MDKA & EXCL, Kamis (26/2)
Secara teknikal, Alrich menilai penurunan IHSG masih tertahan di area MA20 pada kisaran 8.204. Namun, indikator momentum mulai melemah.
“Histogram MACD menunjukkan penyempitan dan stochastic RSI membentuk death cross di area overbought, sehingga IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 8.150,” paparnya.
Untuk perdagangan Jumat (27/2/2026), Alrich memperkirakan IHSG bergerak dengan resistance di 8.250, pivot 8.200, dan support di 8.150.
Dari sisi strategi, Herditya merekomendasikan investor mencermati saham BBRI pada kisaran Rp 4.000-Rp 4.080, BKSL di rentang Rp 148-Rp 162, serta ENRG pada area Rp 1.745-Rp 1.960.
Sementara itu, Alrich merekomendasikan sejumlah saham pilihan yakni TOBA, ASII, INDF, SIDO, dan TLKM sebagai top picks perdagangan Jumat (27/2/2026).