
MNCDUIT.COM JAKARTA. Harga emas dunia sempat mengalami tekanan tajam di awal pekan ini. Meski begitu, World Gold Council (WGC) menilai prospek permintaan emas ke depan masih solid, ditopang oleh kuatnya minat global maupun domestik.
Di pasar domestik, harga emas batangan Antam sempat merosot dari Rp 3.027.000 per gram menjadi Rp 2.844.000 per gram pada Selasa (3/2/2026).
Namun, harga kembali pulih ke Rp 2.946.000 per gram pada Rabu (4/2).
Pergerakan serupa juga terjadi di pasar global. Harga emas dunia sempat jatuh ke level US$ 4.425 per ons troi di awal pekan, sebelum rebound ke US$ 5.049 per ons troi.
Harga Emas Cetak Rekor, Begini Proyeksi Harga Selanjutnya
Global Head of Central Banks and Public Policy Head APAC ex-China WGC, Shaokai Fan, menilai pelemahan harga emas lebih disebabkan sentimen jangka pendek, terutama dari Amerika Serikat.
Salah satunya terkait munculnya nama Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Federal Reserve yang memicu persepsi kebijakan moneter lebih ketat.
“Gambaran ini cukup hawkish dan menjadi pemicu spesifik penurunan harga emas,” ujar Shaokai di Jakarta, Rabu (4/2).
Shaokai mengakui, dengan posisi harga emas yang sudah tinggi, potensi koreksi masih terbuka. Namun, pola yang umum terjadi menunjukkan investor justru memanfaatkan fase penurunan harga untuk menambah kepemilikan emas.
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga, Begini Proyeksi Harga Emas Hingga Akhir Tahun
“Koreksi sering menjadi momentum akumulasi,” tegasnya. Pola ini diperkirakan berlanjut sepanjang 2026.
WGC mencatat fondasi permintaan emas global masih sangat kuat.
Sepanjang 2025, total permintaan emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 5.002 ton. Permintaan investasi menjadi motor utama dengan kontribusi 2.175 ton, termasuk aliran masuk ke ETF emas yang mencapai 801 ton.
Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global juga menjadi penopang signifikan.
Pada 2025, bank sentral menambah cadangan emas sebesar 863 ton. Khusus kuartal IV-2025, pembelian bersih mencapai 230 ton, naik 6% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Harga Minus 1,92% dalam Sebulan, Harga Emas Antam Hari Ini Susut (20 Agustus 2025)
Di dalam negeri, permintaan emas konsumen Indonesia tercatat mencapai 48,2 ton pada 2025. Permintaan emas batangan dan koin melonjak 29% menjadi 31,6 ton.
WGC menilai permintaan emas pada tahun ini tetap kuat, didorong ketidakpastian geopolitik global, strategi diversifikasi cadangan bank sentral, serta peran emas sebagai aset lindung nilai.