Dividen interim Rp 9,3 triliun, Bank Mandiri klaim fundamental masih kuat

Img AA1VJI64

MNCDUIT.COM – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk telah merealisasikan pembayaran dividen interim senilai Rp 9,3 triliun pada Januari 2026. Kebijakan ini dinilai mencerminkan kinerja perseroan yang solid, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang tetap kuat.

Direktur Finance dan Strategi Bank Mandiri, Novita Widianggraini menyampaikan, pembayaran dividen interim tersebut menjadi salah satu indikator fundamental perseroan yang stabil di tengah dinamika industri perbankan.

Bank Mandiri (BMRI) Cetak Kenaikan Laba 0,93% Capai Rp 56,3 Triliun Sepanjang 2025

“Dividen interim kami sudah melakukan pembayaran, yaitu sebesar Rp9,3 triliun. Ini telah kami bayarkan pada Januari 2026. Dan kebijakan ini juga mencerminkan kekuatan kinerja, likuiditas yang baik, dan juga permodalan Bank Mandiri yang berada pada level yang memadai,” ujar Novita dalam paparan kinerja perseroan, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, kebijakan dividen interim juga dipandang positif oleh pasar. Hal ini tercermin dari pergerakan saham serta likuiditas perdagangan saham Bank Mandiri yang relatif terjaga secara wajar setelah cum date dividen.

“Dividen interim ini juga menjadi evaluasi penting bagi kami dalam merumuskan kebijakan dividen ke depan,” ujar Novita.

Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Capai Rp 316 Triliun di Tahun 2025

Ke depan, Bank Mandiri masih membuka peluang untuk kembali membagikan dividen interim. Namun, keputusan tersebut tetap akan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kinerja keuangan, kondisi permodalan, hingga kecukupan likuiditas perseroan.

Perseroan optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, seiring strategi bisnis yang diarahkan pada pertumbuhan sehat serta penguatan fundamental perusahaan.

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Bank Mandiri Fokus Jaga Kualitas Kredit

You might also like