
MNCDUIT.COM JAKARTA Didukung oleh potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang masih terbuka hingga akhir tahun, sejumlah emiten sektor properti diproyeksi bisa mencetak kinerja positif pada kuartal IV 2025.
Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten properti. Simak ulasan lengkap rekomendasi saham sektor properti untuk perdagangan Senin (1/12/2025).
1. PT. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
BSDE membukukan pendapatan pada kuartal III sebesar Rp 2,4 triliun atau menurun 35,7% qoq, sehingga totall pendapatan Januari-September mencapai Rp 8,8 triliun atau menyusut 13,0% yoy.
IHSG Berpeluang Menguat pada Senin (1/12), Cermati Saham Rekomendasi Analis
Pendapatan pengembangan turun 14,6% yoy menjadi Rp 7,5 triliun yang mana mencapai 85,3% dari total pendapatan. Penurunan pendapatan secara tahunan ini dipengaruhi oleh tingginya basis pada 9M24, yang terutama didorong oleh percepatan serah terima akibat insentif pembebasan PPN tahun lalu.
Kontribusi selanjutnya berasal dari klaster di Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur, Penjualan lahan ke joint venture Sinar Mitbana Mas (Hiera). Lebih lanjut, sejumlah fasilitas township baru seperti EastVara Mall, Living World Grand Wisata Bekasi, serta selesainya tol Serbaraja Fase 1B menjadi katalis penting bagi peningkatan nilai kawasan dan permintaan properti BSDE ke depan.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.200
Analis KB Valbury Sekuritas, Steven Gunawan
2. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
PWON membukukan kenaikan pendapatan sebesar 6,9% YoY pada Januari-September 2025 mencapai Rp5,11 triliun dibandingkan dengan Rp4,78 triliun tahun lalu. Laba bersih periode berjalan tercatat sebesar Rp1,72 triliun atau tumbuh 3,61% YoY
Namun, Pakuwon Jati (PWON) melaporkan penurunan marketing sales sebesar 20% YoY pada 9M25 (Rp903 miliar vs Rp1,127 triliun), sejalan dengan tren makro yang lebih luas di sektor properti. Penurunan ini disebabkan oleh anjloknya penjualan rumah tapak di Grand Pakuwon yang turun 64% YoY.
PWON akan meluncurkan sejumlah proyek besar dalam beberapa tahun mendatang, termasuk ekspansi Fase 4 Kota Kasablanka. Diperkirakan proyek ini sendiri dapat menambah 12-18% pendapatan hotel dan 5-7% pendapatan sewa ritel pada 2030.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 470
Analis NH Korindo Sekuritas, Axel Ebenhaezer
3. PT. Ciputra Development Tbk (CTRA)
CTRA laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,62 triliun, naik 27,55% YoY. Pun penjualan dan pendapatan usaha CTRA mencapai Rp8,39 triliun, tumbuh 18,00% yoy dari Rp7,11 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Diperkirakan diskon PPN, yang diperpanjang hingga 2027, akan terus menguntungkan CTRÀ karena posisinya di pasar menengah, dengan 85% pra-penjualan berasal dari unit di bawah Rp5 miliar. CTRA berencana mempercepat konstruksi rumah untuk memaksimalkan manfaat insentif ini.
Selain itu, CTRA berencana meluncurkan setidaknya 3 dari 5 proyek JO di Surabaya Raya dengan total nilai mencapai Rp1-1,5 triliun. Sejalan dengan ini, diyakini lingkungan suku bunga.yang lebih rendah ke depan akan menjadi katalis positif bagi peluncuran township baru.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.300
Analis Maybank Sekuritas, Kevin Halim & Jeffrosenberg Chenlim
4. PT. Summarecon Agung Tbk (SMRA)
SMRA mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 549,57 miliar per kuartal III 2025. Ini turun 41,39% secara tahunan dari Rp 937,75 miliar per kuartal III 2024.
Namun, prospek laba SMRA tetap kuat, didukung oleh rencana divestasi BKPP (anak usaha tidak langsung di bawah SMIP) kepada BUVA, mencakup penjualan lahan seluas 19,3 ha.
Selain itu, perpanjangan insentif PPN DTP oleh pemerintah hingga 2027 terus menopang permintaan hunian, khususnya untuk unit seharga Rp2-5 miliar, dinilai dapat menyokong kinerja perusahaan ke depan.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 676
Analis Sucor Sekuritas, Cheryl Jennifer Wang
Tambang Emas Pani Belum Beroperasi, Kinerja Merdeka Gold Resources (EMAS) Merosot