MNCDUIT.COM Persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kini semakin terasa seiring dengan dibukanya kembali layanan penukaran uang baru oleh Bank Indonesia (BI).
Tradisi membagikan uang tunai atau “salam tempel” kepada sanak saudara membuat kebutuhan akan uang pecahan kecil yang bersih dan layak edar meningkat tajam.
Untuk melayani kebutuhan masyarakat pada periode Lebaran 2026 ini, Bank Indonesia kembali mengoptimalkan kanal digital guna memastikan distribusi uang baru berjalan adil, aman, dan tanpa antrean panjang.
Jangan Lupa Padankan NIK dan NPWP, Ini Cara Mudah dan Manfaatnya bagi Wajib Pajak
Melalui sistem pendaftaran daring, Bank Indonesia berupaya memudahkan warga di seluruh pelosok negeri untuk mendapatkan kuota penukaran tanpa harus berebut di lokasi fisik.
Jadwal Penukaran Berdasarkan Wilayah Jawa dan Luar Jawa
Berdasarkan informasi yang dilansir dari akun Instagram resmi Bank Indonesia, waktu pemesanan dibagi menjadi dua gelombang utama untuk mengantisipasi tingginya trafik pada sistem PINTAR BI. Pembagian ini sangat krusial untuk diperhatikan agar masyarakat tidak kehilangan momentum pemesanan.
Bagi warga yang berdomisili di Pulau Jawa, pendaftaran online dimulai lebih cepat pada 24 Februari 2026 pukul 08:00 WIB hingga kuota habis. Kuota ini diperuntukkan bagi jadwal penukaran yang akan dilaksanakan pada rentang tanggal 28 Februari-15 Maret 2026.
Sementara itu, bagi masyarakat di luar Pulau Jawa, pemesanan akan mulai dibuka pada 27 Februari 2026 tepat pukul 08:00 WIB dengan periode pelaksanaan penukaran yang sama.
Mengutip dari Bank Indonesia, terdapat batasan paket penukaran per orang agar penyebaran uang baru menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara merata. Berikut adalah daftar maksimal jumlah lembar yang dapat ditukarkan:
Pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000: Maksimal penukaran masing-masing sebanyak 50 lembar.
Pecahan Rp 10.000: Maksimal penukaran sebanyak 100 lembar.
Pecahan Rp 5.000: Maksimal penukaran sebanyak 100 lembar.
Pecahan Rp 2.000: Maksimal penukaran sebanyak 100 lembar.
Pecahan Rp 1.000: Maksimal penukaran sebanyak 100 lembar.
Syarat Dokumen dan Cara Menukar Uang di PINTAR BI
Masyarakat yang ingin menukarkan uang untuk keperluan Idul Fitri 1447 H wajib membawa beberapa kelengkapan administratif saat mendatangi mobil kas keliling.
Syarat utamanya adalah membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan bukti pemesanan yang telah dicetak atau disimpan dalam ponsel.
Selain itu, uang yang akan ditukarkan harus dipastikan keasliannya dan sudah disusun rapi berdasarkan tahun emisi serta nilainya.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah melakukan pendaftaran melalui sistem PINTAR BI:
Buka situs resmi PINTAR BI melalui tautan https://pintar.bi.go.id.
Pilih menu utama yang bertuliskan Penukaran Uang Rupiah Melalui Kas Keliling.
Pilih lokasi provinsi dan titik kas keliling yang paling strategis atau dekat dengan lokasi Anda.
Tentukan jadwal serta waktu operasional penukaran yang masih tersedia dalam sistem.
Isi data diri secara lengkap, mulai dari NIK, nama lengkap sesuai identitas, nomor telepon aktif, hingga alamat email.
Tentukan jumlah paket uang yang ingin ditukar sesuai dengan kebutuhan Lebaran Anda, namun tetap mengacu pada batas maksimal yang diizinkan.
Selesaikan proses klik konfirmasi dan unduh bukti pemesanan sebagai tiket resmi saat penukaran.
Tonton: USS Gerald R Ford Tiba, AS Kepung Iran dengan 2 Kapal Induk
Siap Menghadapi Pengeluaran Hari Raya
Menukarkan uang baru memang menjadi bagian dari sukacita Idul Fitri, namun masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengelola keuangan selama periode Ramadan-Lebaran.
Penukaran uang melalui kanal resmi Bank Indonesia adalah pilihan paling aman dan hemat, karena tidak dikenakan potongan jasa apa pun alias gratis.
Hal ini berbanding terbalik dengan jasa penukaran uang di pinggir jalan yang sering kali menerapkan biaya admin hingga 10% atau bahkan lebih tinggi.
Dari sisi keamanan, menukar uang langsung di kas keliling Bank Indonesia menjamin bahwa uang yang Anda terima adalah 100% asli.
Di tengah maraknya peredaran uang palsu menjelang hari raya, kehati-hatian dalam bertransaksi menjadi prioritas utama.
Pastikan Anda melakukan pengecekan mandiri dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) setiap kali menerima uang tunai dalam jumlah besar.
Sebagai tips pengelolaan dana, sebaiknya Anda sudah memiliki pos anggaran khusus untuk “angpao” Lebaran sebelum menukar uang.
Hindari menukar uang baru melebihi kemampuan finansial hanya karena faktor emosional saat melihat uang yang masih gres.
Dengan perencanaan yang matang, tradisi berbagi di hari kemenangan 1447 Hijriah akan membawa keberkahan tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga Anda setelah hari raya usai.