Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor agar tetap rasional dalam menghadapi kondisi pasar modal dengan ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik global antara AS-Iran.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menuturkan menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik di tingkat global, BEI mengimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental.
“Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing investor,” ujar Jeffrey, Senin (2/3/2026).
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 2 Maret 2026
Melansir data RTI Infokom pukul 09.45 WIB, IHSG masih bergerak melemah 1,41% pada level 8.119,10. IHSG bergerak pada rentang 8.039-8.133 pagi ini.
IHSG. – TradingView
Saham-saham energi seperti MEDC dan ENRG melesat pagi ini, dengan saham MEDC menguat 8,70% ke level Rp1.875 dan saham ENRG naik 13,64% ke level Rp2.000 per saham.
: : Tabel Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Senin (2/3), LM Batangan 1 Kg Tembus Rp2,91 Miliar
Tim Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjelaskan pecahnya konflik militer di Timur Tengah diprediksi bisa memicu kenaikan inflasi menjadi sentimen negatif di pasar.
“Sementara itu, potensi naiknya harga komoditas energi dan mineral logam terutama emas berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG,” tulis CGS International Sekuritas.
: : Ramalan Harga Minyak dari Goldman Hingga JPMorgan Setelah Perang Iran Vs AS-Israel Meluas
Sebagaimana diketahui, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas usai serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026).
Presiden AS Donald Trump mulanya mengeklaim bahwa serangan gabungan tersebut telah menewaskan Khamenei. Hal ini lantas dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran beberapa jam setelahnya.
“Diumumkan kepada rakyat Iran bahwa Yang Mulia Ayatollah Agung Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, telah gugur sebagai syahid dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika dan rezim Zionis pada pagi hari Sabtu, 28 Februari,” demikian dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, dikutip dari Al Jazeera.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.