Intip rekomendasi saham Petrosea (PTRO) usai restrukturisasi internal

Img

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan pengalihan saham antar anak usaha di internal perusahaan. 

Pengalihan saham ini merupakan restrukturisasi internal perusahaan yang melibatkan entitas usaha tanpa mengubah pengendalian akhir atas entitas terkait.

Sekretaris Perusahaan PTRO, Anto Broto mengatakan, pengalihan ini mencakup 51% kepemilikan saham PT Petrosea Infrastruktur Nusantara (PIN) di PT Lintas Kelola Bersama (LKB) kepada PT Petrosindo Investama Sinergi (PIS).

Harga Bitcoin Anjlok 19% Februari, Terburuk Sejak Krisis 2022

“Nilai jual beli saham tersebut adalah sebesar Rp 2,55 miliar,” kata Anto dalam keterbukaan informasi, Senin (24/2/2026).

Anto juga mengungkapkan tujuan dari pengalihan saham antar perusahaan ini adalah untuk menyelaraskan fokus portofolio bisnis dari masing-masing entitas anak, khususnya dalam mendukung penguatan dan pengembangan bisnis jasa pertambangan perusahaan.

“Pengalihan saham ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan melalui optimalisasi sinergi operasional antar entitas anak dalam perusahaan,” ucap Anto.

Selain itu, restrukturisasi ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

Adapun merujuk pada ketentuan POJK 42/2020, aksi ini merupakan transaksi afiliasi yang tidak memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham dan pengguna jasa penilai karena transaksi tersebut dilakukan antara PIN dan PIS yang masing-masing sahamnya dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 99% oleh PTRO.

“LKB dimiliki secara tidak langsung sebesar 51% oleh perusahaan melalui PIN. Sementara PIN dimiliki secara langsung sebesar 99,99% oleh perusahaan, adapun PIS dimiliki secara tidak langsung sebesar 100% oleh perusahaan,” tambah Anto.

Hingga akhir perdagangan Selasa (24/2/2026), harga saham PTRO berada di level Rp 6.650 per saham atau melemah 6,67% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini mengalami koreksi 39,13%

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan restrukturisasi internal PT Petrosea Tbk dinilai netral secara finansial jangka pendek karena nilainya relatif kecil dan tidak material. 

Buma Internasional (DOID) Perkuat Bisnis Eksisting, Analis Rekomendasi Buy

“Namun secara strategis positif, karena mempertegas fokus pada bisnis jasa pertambangan dan berpotensi meningkatkan efisiensi operasional,” kaya Sukarno kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).

Secara jangka panjang, Sukarno berpendapat prospek PTRO masih tetap positif, ditopang backlog kontrak dan peluang ekspansi. 

“Kinerja tetap sensitif terhadap siklus harga komoditas, namun dengan fokus bisnis yang lebih tajam, potensi pertumbuhan berkelanjutan tetap terjaga,” tambahnya.

Di samping itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai secara teknikal PTRO sedang berada di fase koreksi dengan support terdekat Rp 6.300. 

“Jika support ini ditembus ada kemungkinan terekstensi koreksinya menuju Rp 5.700 per saham,” kata Ivan kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).

Dengan demikian, Ivan merekomendasikan saat in untuk buy on weakness saham PTRO di area Rp 5.600-Rp 5.750, serta stoploss Rp 5.600 dan target harga di level Rp 7.500.

You might also like