Pesona saham telekomunikasi pada tahun kuda api 2026

Img AA1Ww6PR

MNCDUIT.COM – , JAKARTA — Tahun Kuda Api 2026 diprediksi akan menjadi momentum bagi saham-saham sektor telekomunikasi.

Menilik data pasar dalam rentang 9–13 Februari 2026, IDXINFRA, yang juga memuat saham-saham telekomunikasi, menguat 5,52% ke 2.269,08. Namun, IDXINFRA pada perdagangan harian Jumat (13/2/2026), turun 1,23%. 

Saat indeks melemah, saham konstituen di sektor telekomunikasi tetap menguat, seperti INET yang naik 2,13% ke Rp384, MTEL naik 0,92% ke Rp550, sampai ISAT yang tumbuh tipis 0,45% ke Rp2.230.

: Peluang Japfa Comfeed (JPFA) pada Tahun Kuda Api

Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan tahun ini emiten sektor telekomunikasi diharapkan akan mencatat perbaikan pendapatan rata-rata per pengguna (average revenue per user/ARPU).

“Harapan itu seiring dengan perbaikan purchasing power, serta ekspektasi lelang frekuensi 5G tahun ini,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (17/2/2026).

: : Kiwoom Sekuritas Jagokan BMRI hingga JPFA pada Tahun Kuda Api 2026, Simak Rekomendasinya

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital akan melelang pita frekuensi 700 Mhz dan 2,6 GHz tahun ini untuk mendukung perluasan jangkauan mobile broadband dan pengembangan layanan 5G.

Di antara sejumlah emiten operator seluler yang berpeluang mendapat katalis positif, Samuel Sekuritas menempatkan PT Indosat Tbk. (ISAT) sebagai top pick di sektor telekomunikasi.

: : Jelang Imlek 2026: Cek Sektor Saham Risiko Boncos di Tahun Kuda Api

“Pilihan ini didorong oleh ARPU yang cukup tinggi di atas rata-rata 5 tahun, AI-related business, dan potensi kas tambahan dari penjualan fiber asset-nya. Target harga ISAT di Rp2.700,” ujarnya.

Sebelumnya, Founder Feng Shui Consulting Indonesia Yulius Fang menjelaskan bahwa Tahun Kuda Api membawa dua energi sekaligus, yaitu optimisme terhadap peluang pasar, namun dibarengi dengan kecenderungan investor menjadi tidak sabar terhadap hasil.

Yulius menguraikan sektor-sektor yang berpotensi menonjol. Sektor dengan elemen kayu, tanah, air dan api berpeluang menguat, sedangkan sektor dengan elemen logam diperkirakan menghadapi tekanan lebih besar.

Beberapa sektor yang mengandung elemen logam adalah seperti otomotif, elektronik, komputer, atau mesin, dinilai bakal mendapatkan tantangan yang serius pada tahun ini.

Sementara itu, sektor dengan elemen air, seperti lini bisnis konsumer, pariwisata, transportasi, perikanan, perkapalan, media online, hingga laundry dinilai memiliki peluang yang cukup besar.

Kemudian, elemen kayu meliputi industri tekstil dan fashion, layanan kesehatan, kehutanan dan perkebunan, percetakan, hingga ekspedisi dan logistik diramal bakal moncer. Begitu juga dengan elemen tanah yang meliputi industri properti, infrastruktur, konstruksi, perbankan, hingga asuransi tradisional.

“Tahun ini adalah tahun ketidakstabilan dan tantangan. Jadi atur cashflow, jangan semua all in. Tahun ini bukan tentang kecepatan, tapi tentang ketidakstabilan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

———————-

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

You might also like