
MNCDUIT.COM – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi pada awal perdagangan hari ini, Jumat (13/2/2026). Berdasarkan pantauan Kontan pukul 09.59 WIB, IHSG terkoreksi 0,57% ke level 8.218,35.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, IHSG pada perdagangan Kamis (12/2/2026) ditutup melemah 0,31% ke level 8.265,3, dengan net foreign sell sekitar Rp 2,03 triliun.
Pelemahan ini terjadi setelah IHSG mencatat reli selama tiga hari berturut-turut dan lebih banyak dipicu oleh aksi ambil untung menjelang long weekend. Di tengah ketidakpastian global dan domestik, pelaku pasar masih dominan menerapkan strategi trading jangka pendek.
“Saat ini IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam rentang 8.150–8.300, dengan risiko profit taking masih cukup tinggi menjelang libur panjang,” ujar Reza, Jumat (13/2/2026).
Reza melihat bahwa investor juga masih akan bersikap wait and see menantikan respons lanjutan pemerintah terkait penurunan outlook rating oleh Moody’s serta perkembangan isu MSCI. Dari global, perhatian pasar akan tertuju pada rilis inflasi AS Januari 2026, yang diperkirakan melambat ke 2,5% secara year on year (yoy).
Data ini berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan The Fed, terutama setelah rilis NFP AS yang lebih baik dari perkiraan.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. Support IHSG di rentang 8.130–8.200 dan resistance IHSG di rentang 8.330–8.430.
Fanny merekomendasikan sejumlah saham berikut untuk hari ini: