
MNCDUIT.COM Investasi reksa dana terus menjadi instrumen favorit bagi investor di Indonesia karena kemudahannya dan variasi produk yang ditawarkan.
Namun, memilih produk investasi tidak boleh dilakukan secara sembarang tanpa mempertimbangkan aspek risiko dan tujuan keuangan.
Pemahaman mendalam mengenai karakter instrumen sangat diperlukan agar investor tidak terjebak dalam kerugian yang tidak diinginkan.
Analisis Fundamental: Kunci Memilih Saham ‘Emas’ untuk Jangka Panjang
Memilih reksa dana yang sesuai bukan hanya soal mencari imbal hasil paling tinggi, melainkan menyelaraskan antara kemampuan menoleransi fluktuasi pasar dengan target dana yang ingin dicapai.
Memahami Jenis Reksa Dana dan Karakteristiknya
Langkah awal dalam berinvestasi adalah mengenali produk yang tersedia di pasar modal. Setiap jenis reksa dana memiliki portofolio aset yang berbeda, yang secara langsung memengaruhi tingkat risiko dan potensi keuntungan.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Bursa Efek Indonesia (IDX), terdapat empat jenis reksa dana utama yang umum dikoleksi oleh investor:
Menentukan Profil Risiko Investor
Setiap individu memiliki ketahanan yang berbeda terhadap potensi penurunan nilai investasi. Melansir dari Maybank Indonesia, profil risiko biasanya dibagi menjadi tiga kategori utama untuk memudahkan pemilihan produk:
Tahapan Memilih Reksa Dana agar Tetap Stabil
Setelah mengetahui profil risiko, langkah teknis selanjutnya adalah melakukan seleksi manajer investasi dan produk.
Tonton: Hotman Paris Pasang Badan Bela Timothy Ronald: Tidak Ada Penipuan!
Mengutip tips dari Bank DBS Indonesia, terdapat beberapa kriteria yang perlu diperhatikan agar investasi tetap aman dan memberikan hasil optimal:
Langkah-Langkah Memulai Investasi
Bagi masyarakat yang ingin mulai masuk ke pasar modal, proses pendaftaran kini jauh lebih sederhana berkat digitalisasi perbankan dan perusahaan sekuritas.
Menurut panduan dari CIMB Niaga, proses memulai investasi reksa dana dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:
Penting untuk diingat bahwa setiap investasi memiliki risiko yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Melansir dari Blu by BCA Digital, risiko investasi reksa dana meliputi risiko penurunan nilai aktiva bersih (NAB), risiko likuiditas jika manajer investasi kesulitan menyediakan dana pencairan, hingga risiko wanprestasi pada obligasi dalam portofolio.
Dengan memahami profil risiko dan melakukan riset yang mendalam, investor dapat meminimalkan dampak negatif dari fluktuasi pasar dan memaksimalkan potensi pertumbuhan aset secara berkelanjutan di masa depan.