Harga Beras Premium Meroket, Saham Emiten Beras Bagaimana?

Img AA1L89pu

MNCDUIT.COM JAKARTA. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, baru-baru ini menanggapi isu kelangkaan beras premium yang meresahkan masyarakat di sejumlah gerai ritel modern. Arief menjelaskan bahwa kondisi ini bukanlah akibat dari berkurangnya pasokan beras secara keseluruhan, melainkan disebabkan oleh adanya penyesuaian produksi yang ketat di tingkat penggilingan.

Para pelaku usaha penggilingan saat ini sedang berupaya keras untuk menyesuaikan proses produksi beras mereka agar sepenuhnya selaras dengan standar komposisi dan labelisasi yang telah ditetapkan. Langkah krusial ini diambil menyusul terkuaknya kasus pengoplosan beras medium menjadi premium yang sempat menggemparkan publik, sehingga menuntut adanya transparansi dan jaminan kualitas produk.

Implikasi dari pengetatan standar ini adalah distribusi beras premium sempat mengalami hambatan sementara. Penggilingan memastikan setiap butir beras yang dilepas ke pasaran benar-benar memenuhi kriteria kualitas yang diharapkan, demi menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah praktik curang di masa mendatang.

Di tengah upaya stabilisasi pasokan dan kualitas beras premium, pergerakan saham emiten beras di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (2/9) hingga pukul 16.00 WIB terpantau cenderung datar. Hal ini menunjukkan respons pasar yang relatif stabil meskipun ada dinamika di sektor pangan.

Kinerja Saham Emiten Beras

PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI)

  • Harga penutupan berada di Rp 86 per saham, tidak mengalami perubahan dari penutupan perdagangan sebelumnya (0,00%).

  • Sepanjang sesi perdagangan, saham NASI sempat menyentuh level tertinggi di Rp 90, namun kembali terkoreksi dan ditutup pada level awal.

NASI Chart by TradingView

 

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)

  • Diperdagangkan pada harga Rp 79 per saham, juga tidak menunjukkan perubahan dari penutupan sehari sebelumnya.

  • Saham HOKI sempat mencapai puncak di Rp 82, namun mengalami penurunan kembali menjelang penutupan perdagangan.

Ringkasan

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa kelangkaan beras premium di ritel modern disebabkan oleh penyesuaian produksi di tingkat penggilingan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap butir beras selaras dengan standar komposisi dan labelisasi, menyusul kasus pengoplosan beras medium menjadi premium. Akibatnya, distribusi beras premium sempat mengalami hambatan sementara demi menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen.

Di tengah upaya stabilisasi pasokan beras premium, pergerakan saham emiten beras di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (2/9) terpantau cenderung datar. Saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) ditutup pada harga Rp 86 per saham, tidak berubah dari penutupan sebelumnya. Demikian pula PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) yang diperdagangkan pada harga Rp 79 per saham, juga tidak menunjukkan perubahan.

You might also like