IHSG Merosot! 5 Saham Potensi Cuan untuk Pekan Depan

MNCDUIT.COM – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (29/8/2025) dengan menukik tajam ke zona merah. Koreksi signifikan pada IHSG ini tak lepas dari gejolak sentimen negatif akibat aksi demonstrasi yang bergulir sepanjang pekan.

Mengutip data dari RTI, IHSG ditutup anjlok 121,59 poin atau setara 1,53%, mencapai level 7.830,49 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari itu. Secara akumulatif, dalam satu pekan terakhir, IHSG tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,36%.

Pergerakan dana asing juga menjadi sorotan. Tercatat arus dana asing keluar dari seluruh pasar mencapai Rp 1,12 triliun dalam sepekan terakhir. Namun, kabar baiknya, arus dana asing masuk masih jauh lebih dominan dengan angka Rp 3,04 triliun, menunjukkan kepercayaan investor asing belum sepenuhnya goyah.

IHSG Anjlok Imbas Aksi Demo, Dana Asing Keluar Jumbo Hari Ini, Jumat (29/8)

Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai pergerakan IHSG sepanjang pekan ini cukup buruk, meski sejalan dengan ekspektasinya. Menurut William, IHSG sebelumnya sudah menunjukkan sinyal jenuh beli berkali-kali. “Ditambah dengan kondisi adanya aksi demo, ini menjadi sentimen negatif tambahan yang memperparah kondisi IHSG,” ungkapnya kepada Kontan pada Jumat (29/8/2025).

Senada, Direktur Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, juga menganalisis bahwa penurunan IHSG dalam sepekan terakhir dipicu oleh ketidakstabilan politik di dalam negeri. Kendati demikian, koreksi IHSG tidak semakin dalam karena tertahan oleh dampak positif dari pemangkasan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) yang dampaknya masih terasa kuat di pasar.

Lebih lanjut, Nico menambahkan bahwa sejumlah sentimen global turut menopang pergerakan IHSG sepanjang pekan ini. Sentimen positif tersebut meliputi data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cukup solid, terutama pertumbuhan GDP dan inflasi yang sedikit meningkat, serta data laba industri China, dan data ketenagakerjaan serta inflasi Jepang,” jelasnya kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).

Demo Jakarta Guncang Pasar: Rupiah Melemah, IHSG Terkoreksi

Melihat kondisi IHSG yang berhasil bertahan di atas level 7.800 pada penutupan hari ini, William Hartanto optimis adanya peluang rebound terbatas menuju level 7.900. Proyeksinya, pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (1/9/2025) akan berada dalam rentang 7.800 hingga 7.900.

Untuk investor, William merekomendasikan untuk membeli saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan target harga Rp 700 per saham, PT Gozco Plantation Tbk (GZCO) di harga Rp 222 per saham, dan PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) di harga Rp 915 per saham.

Berbeda dengan pandangan William, Maximilianus Nico Demus justru memperingatkan bahwa IHSG berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan Senin esok, jika situasi dan kondisi politik belum menunjukkan tanda-tanda kondusif. Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang yang lebih luas, yaitu 7.730 – 7.910 pada awal pekan.

Nico menambahkan, “Sektor industrial, properti, consumer cyclical, dan infrastruktur terlihat menarik untuk dicermati oleh investor pada pekan depan,” tuturnya.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,53% ke level 7.830,49 pada penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025), mengakhiri pekan dengan koreksi tipis 0,36%. Penurunan ini terutama dipicu oleh gejolak sentimen negatif akibat demonstrasi dan ketidakstabilan politik domestik, serta sinyal jenuh beli sebelumnya. Namun, koreksi IHSG tertahan oleh dampak positif pemangkasan suku bunga Bank Indonesia dan sentimen global yang solid.

Meskipun terjadi arus keluar dana asing sebesar Rp 1,12 triliun dalam sepekan, arus masuk dana asing masih dominan dengan Rp 3,04 triliun. Untuk pekan selanjutnya, William Hartanto optimis IHSG berpotensi rebound terbatas ke 7.900 dan merekomendasikan saham PSAB, GZCO, serta CSRA. Sementara itu, Maximilianus Nico Demus memperingatkan potensi koreksi lebih lanjut jika situasi politik tidak kondusif, dan menyarankan investor mencermati sektor industrial, properti, consumer cyclical, dan infrastruktur.

You might also like